Kolaborasi dengan Bank Sampah Berkah, PLN Daur Ulang Sampah Plastik yang Masuk ke PLTA Musi

0
62
Sampah
Foto/Istimewah

 

Selain dapat mengurangi sampah yang masuk ke PLTA Musi, Kolaborasi dengan Bank Sampah Berkah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjadikan sampah plastik menjadi alat tukar proses pembayaran listrik/token listrik

RK ONLINE – PLTA Musi dengan kapasitas 3 x 70 MW yang berlokasi di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, merupakan pembangkit ramah lingkungan yang dikelola oleh PLN UIK Sumbagsel. Selain ramah lingkungan, beberapa kendala seperti sampah yang masuk ke intake Dam PLTA, ikut dikelola dan menjadi peluang yang membuahkan hasil bagi masyarakat di sekitarnya.

Sampah plastik dan sampah potongan kayu yang hanyut terbawa arus di aliran sungai dan masuk ke Intake Dam PLTA Musi, menjadi salah satu penyebab turunnya daya mampu pembebanan PLTA Musi yang memang, bergantung pada kondisi sungai.

ADD
Foto/Istimewah

Melihat kodisi tersebut, PLN akhirnya berkolaborasi dengan Bank Sampah Berkah (BSB) untuk mengelolah sampah yang masuk ke Intake Dam PLTA Musi. Dengan mendirikan Unit BSB di hulu Sungai Musi, PLN dan BSB berencana untuk merubah sampah plastik menjadi bernilai dan berkah. Tidak hanya itu, bersamaan dengan ini PLN dan BSB juga akan terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Foto/Istimewah

Sebagai bentuk dari keseriusan kerja sama ini, Manager UPK Bengkulu, I Nyoman Buda menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Bank Sampah Berkah (BSB), sebagai kepada kelompok penerima manfaat. Bantuan sebesar Rp. 70 juta ini diterima langsung oleh Ketua Kelompok BSB, Bopy Randani, S. Pd.

Baca juga : Ubah Terminal Terbengkalai Menjadi Pasar

“Sampah plastik bernilai ekonomis yang masuk ke PLTA Musi diperkirakan mencapai 1 ton pertahun. Tentunya berisiko menggangu operasional pembangkit. Bayangkan jika sampah ini penuh maka aliran air untuk operasi PLTA akan terganggu. Sehingga pentingnya kolaborasi dengan melibatkan Bank Sampah yang akan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” ungkap Nyoman.

Nyoman mengungkapkan kalau bantuan TJSL tersebut, digunakan untuk pembentukan Unit BSB di hulu aliran Sungai Musi. Tidak hanya itu bantuan ini juga dimanfaatkan untuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengelolan sampah kepada masyarakat serta pengembangan aplikasi dan website BSB.

“Bantuan ini juga diharapkan dapat membantu proses pengadaan kotak sampah untuk desa/kelurahan,” demikian Nyoman.

Foto/Istimewah

Sementara itu sebagai ketua Bank Sampah Berkah (BSB), Bopy mengaku kalau pihaknya terus melakukan strategi pengembangan. Diantaranya penyediaan produk daur ulang sampah anorganik menjadi bahan kerajinan yang bernilai ekonomi serta menjadikan sampah plastik, menjadi alat tukar proses pembayaran listrik atau token listrik, pengembangan aplikasi online serta website BSB serta pembuatan buku tabungan. Dengan harapan nasabah dapat bertransaksi maupun pengecekan saldo melalui aplikasi online.

“Bank Sampah Berkah terus melakukan inovasi dalam pengembangan pemanfaatan sampah anorganik agar menjadi nilai ekonomis dan berkah, merubah pola fikir masyarakat dalam pemanfaatan sampah menjadi bernilai. Serta mewujudkan Bank Sampah Berkah (BSB) sebagai tempat pengelolaan sampah menuju masyarakat kreatif, inovatif dan produktif yang mampu menjadikan sampah untuk pemanfaatan bersama,” pungkasnya.

Pewarta : Yus Ismail/Adv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here