Defisit dan Covid Jadi Biang Kerok

0
4015
Covid
Foto/Dok : Kaban Kesbangpol Kabupaten Kepahiang Zaidan Jauhari S.Pd MM.

RK ONLINE – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia termasuk di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu selama beberapa tahun belakangan ini, mengakibatkan sejumlah wacana, rencana hingga kegiatan yang sudah berjalan terpaksa ditinggalkan Pemkab Kepahiang. Belum lama ini tes urine yang direncanakan Badan Kesbangpol Kabupaten Kepahiang terhadap ASN, ikut terdampak hingga batal dilaksanakan. Lagi – lagi biang keroknya tidak lain ialah pandemi Covid yang berujung pada defisit anggaran.

Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kepahiang, Zaidan Jauhari, S.Pd, MM mengatakan jika sebelumnya, melalui rancangan APBD 2022 Kesbangpol mengajukan usulan anggaran untuk pelaksanaan tes urine ASN ini, sekitar Rp 1 miliar. Sayangnya situasi yang saat ini dinilai belum memungkinkan, membuat usulan tersebut tidak dapat diakomodir.

“Kami ajukan kisaran Rp 1 miliar. Namun karena kondisi keuangan daerah yang defisit dan masih sulit, usulan kami belum disetujui,” ujar Zaidan.

ADD

Lebih lanjut Zaidan mengungkapkan kalau sebelum usulan ini, Kesbangpol juga sudah pernah mengajukan usulan pengalokasian anggaran tes urine ASN di lingkungan Pemkab Kepahiang ini. Namun hasilnya usulan tersebut tetap tidak dapat diakomodir, lantaran banyaknya pengalihan anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid.

“Tahun lalu (2021) anggaran banyak dialihkan untuk penanganan pandemi sehingga tes urine batal terlaksana,” kata Zaidan.

Baca juga : Sukses Tangani Pandemi Satgas Covid Raih Penghargaan

Diakuinya kalau tes urine dianggap sangat penting untuk menghindarkan ASN dari
lingkaran peredaran narkotika. Karena menurutnya, ASN di lingkungan Pemkab Kepahiang wajib menjadi panutan masyarakat dari berbagai lini, termasuk bersih dari narkotika. Maka dari itu Zaidan mengatakan jika Kesbangpol memilih untuk menyusun rencana ini tes urine dengan sasaran kalangan ASN.

Meskipun usulan anggaran yang belum diakomodir, Zaidan memastikan kalau pihaknya akan kembali mengusulkan di APBD Perubahan 2022 mendatang. Bahkan jika tidak juga diakomodir, rencana ini akan kembali disuarakan Kesbangpol pada APBD murni 2023 nanti.

“Harapan kami kedepan dapat diakomodir usulan anggaran untuk tes urine ASN ini. Ya kita akan ajukan berkelanjutan anggarannya, baik itu di APBD Perubahan maupun di APBD murni 2023. Semuannya kami lakukan agar ASN Kepahiang terhindar dari lingkaran peredaran narkotika,” pungkasnya.

Pewarta : Efran Antoni/Krn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here