Maling Beras Anak Kos-kosan Karena Lapar

1
504
foto: DIKA/RK LAPAR: SH mengaku laparlah yang membuat dirinya nekat membobol kos-kosan pelajar mengambil beras, rice cooker dan uang

SH (24),  pria asal Desa Cinto Mandi Kecamatan Bermani Ilir itu, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum usai dibekuk aparat, Selasa (14/1).

Diwawancarai usai konferensi pers Polres Kepahiang di Gedung Command Center dan Vicon ED99, Rabu (15/1) dengan mata berkaca-kaca SH mengutarakan alasannya nekat mencuri beras berikut rice cooker dan uang di kos-kosan milik pelajar.

Sekembalinya dari tanah rantau Pekan Baru (Riau) bekerja sebagai koki, SH mengaku tak memiliki pekerjaan di Kabupaten Kepahiang. Kehidupannya dengan sang istri kian sulit, setelah diusir dari kediaman neneknya di Kelurahan Padang Lekat.

ADD

Tak punya bekal cukup, hidup SH luntang-lantung tak memiliki kejelasan. Tak memiliki tempat tinggal dan uang sepeserpun untuk makan, SH gelap mata. Rasa lapar selama 2 hari, sudah tak tertahan hingga mencuri pun menjadi pilihan.

“Saya sudah mencari pekerjaan tapi tidak ketemu. Karena sudah tidak tahan kelaparan, akhirnya saya putuskan membongkar kosan yang tidak jauh dari tempat saya ngekos,” tutur SH.

Singkat cerita, Senin (13/1) menjadi catatan kelam bagi dirinya.  Mencuri isi kos – kosan kosong yang sebelumnya dihuni Andi Irawan (16), pelajar asal Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong (RL) dilakukan.

Diketahui, saat kejadian penghuni kos-kosan tengah pergi menginap di kos – kosan temanya, AW di Kelurahan Dusun Kepahiang. Aksi pencurian baru diketahui korban, saat pulang keesokan harinya, Selasa (14/1) sekira pukul 07.20 WIB.

Saat akan masuk ke dalam kamar kos, korban tersentak melihat kunci kosan dalam keadaan rusak. Merasa ada yang tak beres, korban melangkah masuk ke dalam kosan dia melihat kondisi kamar sudah berantakan.

Rice cooker tempat menanak nasi dan beras miliknya sudah hilang. Uang simpanan korban Rp 600 ribu dan sepasang sepatu, juga ikut diembat pelaku. “Mengetahui kejadian ini korban langsung membuat laporan ke Polres Kepahiang,” terang Kapolres Kepahiang AKBP. Suparman, SIK, MAP.

Usai menerima laporan, Satreskrim dan Tim Opsnal Polres Kepahiang langsung melakukan penyelidikan. Di hari yang sama, petugas sudah berhasil mencium identitas dan keberadaan pelakunya. Hari itu juga petugas langsung melakukan penggeledahan, terhadap sebuah kosan yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Semula, petugas hanya menemukan istri pelaku NC dan barang milik korban. Sementara pelaku, baru berhasil diamankan petugas di Pasar Tengah, malam harinya pukul 19.10 WIB.

“Kosan yang diduga tempat persembunyian pelaku tidak jauh dari kosan korban. Di tempat ini juga kami berhasil menemukan barang – barang milik korban yang dicuri pelaku,” jelasnya.

Pelaku disangkakan melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. “Sampai hari ini baru 1 TKP yang terungkap. Kami terus lakukan pengembangan karena siapa tahu ada TKP lainnya,” demikian Kapolres.

pewarta: Hendika Andesta

editor: Heru Pramana Putra

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here