PLN Gandeng Komunitas Peduli Lingkungan atasi Masalah Lingkungan di Kabupaten Kepahiang

0
67
Lingkungan
Foto/Istimewah

RK ONLINE – Permasalahan sampah menjadi permasalahan yang pelik, semakin hari volume sampah semakin bertambah. Sementara ketersediaan lahan tempat pembuangannya semakin terbatas. Sampah yang menumpuk menjadi permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pencemaran udara dikarenakan bau sampah yang mengandung gas metana.

Baca juga : Kolaborasi dengan Bank Sampah Berkah, PLN Daur Ulang Sampah Plastik yang Masuk ke PLTA Musi

Melihat kodisi tersebut, PLN menginisiasi kerjasama dengan Komunitas Peduli Lingkungan Humus Rejang Rekayasa Dekompos (KPL- HRRD). Melalui PLN Peduli, PLN berkolaborasi untuk mengelola Bank Sampah dan Rumah Kompos sebagai solusi pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga yang berada di Kabupaten Kepahiang.

ADD

Manager UPDK Bengkulu, I Nyoman Buda, melalui Manager Bagian Keuangan dan Umum Pirwan, menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) kepada penerima manfaat kelompok Humus Rejang Rekayasa Dekompos (HRRD). Bantuan uang tunai sebesar Rp. 60 juta tersebut, diterima langsung oleh Ketua Kelompok Humus Rejang Rekayasa Dekompos, Revo TS Guntoro.

“Kolaborasi PLN dengan KPL – HRRD ini diharapkan dapat menjadi pemecahan masalah lingkungan. Terutama persoalan sampah yang ada di Kabupaten Kepahiang. Kemudian dapat memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menjadi bernilai ekonomis dan menambah pendapatan masyarakat yang ada di Kabupaten Kepahiang,” ungkap Nyoman.

Foto/Istimewah

Hidayattullah Sjahid yang merupakan pendiri Bank Sampah dan Rumah Kompos (HRRD) menjelaskan dari beberapa survei persentase sampah bahan organik 50-60% sedang sampah anorganik 40-50%. Sistem pengomposan disertai dengan Bank Sampah dengan program 3R (Reuse, Reduse dan Recycle) merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah sampah yang ada di Kabupaten Kepahiang.

“Semoga Bank Sampah dan Rumah Kompos HRRD dapat menjadi tempat edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik yang menjadi salah satu masalah lingkungan yang ada di Kabupaten Kepahiang,” ujar Hidayatullah.

Untuk diketahui kakau bantuan TJSL tersebut akan digunakan untuk Sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah, penambahan drum produksi Pupuk Organik Cair, timbangan digital dan mobil transportasi sampah.

Bank Sampah dan Rumah Kompos HRRD, mempunyai sasaran untuk menampung dan memproses sampah organik maupun anorganik dari warga kelurahan/desa yang terdapat di Kabupaten kepahiang. Tujuannya ialah memberdayakan masyarakat di kabupaten Kepahiang .

Selain itu Bank Sampah dan Rumah Kompos HRRD akan memanfaatkan sampah organik yang dioleh menjadi pupuk organik dan kompos ini, bakal menjadi pusat pembelajaran masyarakat dalam pemanfaatan limbah menjadi pupuk dan kompos. Selain itu juga menambah pendapatan masyarakat serta menjadi salah satu alternative dalam mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Kepahiang.

Pewarta : Yus Ismail/Adv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here